Ramah Lingkungan Tanpa Mengorbankan Kualitas: Mengenal Lini Amenities Bambu & Gandum Kami
Sustainability di industri hospitality sudah bergeser dari sekadar tren menjadi ekspektasi. Tantangan yang sering dihadapi properti adalah menemukan amenities ramah lingkungan yang tidak terasa seperti penurunan kualitas. Kenapa kami membangun lini ini? Lini ini lahir dari pertanyaan yang makin sering muncul dari klien kami: ada tidak alternatif yang benar-benar ramah lingkungan, tapi kualitasnya tetap setara dengan yang biasa mereka pakai? Maka dari situ, kami mengembangkan lini amenities berbasis bambu dan gandum ini yang memenuhi standar kualitas dan kepatuhan yang sama dengan lini standar kami, bukan versi yang dikurangi kualitasnya. Kenapa bambu dan gandum jadi alternatif yang layak? Bambu termasuk sumber daya tanaman yang pertumbuhannya paling cepat, tidak perlu ditanam ulang setelah dipanen, dan penggunaan airnya jauh lebih hemat dibanding alternatif lain. Sedangkan komponen berbasis gandum menawarkan alternatif biodegradable dari plastik konvensional tanpa mengorbankan daya tahan selama produk digunakan. Bagi properti Bapak/Ibu yang tengah mempersiapkan opsi ramah lingkungan, lini ini membuka jalur transisi tersebut tanpa harus mengorbankan pengalaman tamu maupun kualitas produk yang berdampak langsung terhadap citra dan branding properti Anda. Jangan Ragu untuk menghubungi tim kami Hubungi kami untuk diskusi lebih lanjut bagaimana kami dapat membantu memenuhi kebutuhan ramah lingkungan properti Anda Diskusi Lebih Lanjut Pelajari lebih lanjut mengenai produk Ramah Lingkungan kami Produk Ramah Lingkungan Kami
Kenapa Hotel Mulai Tinggalkan Botol Plastik Kecil, dan Gantinya Apa?

Botol mini di kamar hotel selama ini jadi hal yang biasa. Tapi tren ini mulai berubah, dan di Indonesia perubahannya lebih cepat. Mulai Januari 2026, botol plastik di bawah 1 liter dilarang dipakai di mal dan hotel di seluruh Bali, salah satu aturan plastik terketat di Indonesia.1 Karena, TPA Suwung di Denpasar yang sudah beroperasi lebih dari 40 tahun kini penuh, sementara Bali menghasilkan sekitar 3.400 ton sampah per hari.2 Jakarta juga sudah punya aturan kantong plastik sejak 2020, dan pemerintah pusat sedang menyusun roadmap nasional untuk bertahap menghapus plastik sekali pakai, termasuk target pengurangan sampah kemasan bagi produsen.34 Jadi kita bisa lihat arah kota-kota besar di Indonesia sekarang mengurangi plastik sekali pakai. Bukan regulasi pemerintah saja, tapi tamu hotel pun sekarang makin aktif memilih berdasarkan sustainability. Menurut survei Agoda 2026, 93% wisatawan Indonesia bilang faktor keberlanjutan memengaruhi cara mereka merencanakan perjalanan, salah satu angka tertinggi di Asia.5 Riset lain menunjukkan mayoritas traveler muda sudah menganggap praktik ramah lingkungan itu wajib, bukan nilai tambah semata.6 Artinya, amenities ramah lingkungan bukan lagi sekedar gimmick marketing. Hotel yang bergerak duluan bisa memenuhi keinginan calon tamu dan mempunyai nilai jual lebih. Perubahan yang paling umum adalah untuk mengganti dari sekali pakai ke sistem isi ulang (refillable dispenser) untuk shampoo, sabun, hingga lotion. Tamu tetap mendapat pengalaman amenities yang sama, tanpa hotel harus buang satu botol plastik baru tiap kamar tiap malam. Untuk hotel dengan puluhan sampai ratusan kamar, ini juga berarti pengisian ulang dalam jumlah besar yang biasanya lebih efisien dibanding beli botol satuan terus-menerus. Ini jalan tengah yang praktis: tamu tetap dapat amenities yang layak dan branded, hotel tidak meninggalkan jejak sampah plastik di tiap check-out. Buat properti di Bali khususnya, atau di mana pun yang berpotensi kena aturan serupa, beralih ke sistem dispenser dari sekarang, ambil ancang-ancang sebelum aturan benar-benar berlaku penuh. Sumber:
Hotel Sekarang Wajib Eco-friendly?

Industri perhotelan sedang mengalami perubahan yang besar. Wisatawan dan tamu sekarang semakin sadar akan penerapan kegiatan ramah lingkungan, dan pemerintah juga mulai membuat regulasi seputar program ramah lingkungan. Maka untuk hotel-hotel, sekarang mengadopsi prinsip eco-friendly bukan cuman sebagai nilai jual tambahan, tapi diperlukan untuk tetep kompetitif dan patuh pada regulasi Di Indonesia, bahkan di seluruh ASEAN, hotel-hotel sekarang didorong untuk mengadopsi kegiatan ramah lingkungan, dari mengurangi single-use plastic, sampai menggunakan amenities yang biodegradable (mudah terurai). Dengan itu, hotel-hotel dapat memperoleh sertifikasi seperti ASEAN Green Hotel Standard atau Eco Hotel Label hotel-hotel yang memberikan reputasi baru, membangun kepercayaan tamu, dan bisa memastikan hotel tetap relevan kedepannya Namun, produk eco-friendly kayak sikat gigi bambu, sabun berbungkus kertas, atau pisau cukur biodegradable bisa 30-50% lebih mahal dibanding produk konvensional. Banyak hotel yang akhirnya menunda peralihan ini, khawatir budget bakal membengkak. Di PT. Aneka Baru Sukses Mandiri, kami percaya bahwa hotel tidak harus memilih antara ramah lingkungan atau efisien secara biaya. Kami menyediakan berbagai pilihan amenities yang mendukung praktik berkelanjutan, tanpa membuat anggaran jadi berat. Berikut beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan: Perubahan ke arah eco-friendly lama kelamaan bukan lagi pilihan, tapi menjadi sebuah keharusan. Dengan regulasi yang makin ketat, ekspektasi tamu yang meningkat, dan popularitas green hotel yang terus naik, hotel yang peduli lingkungan akan lebih unggul di pasar. Tapi, menadopsi eco-friendly tidak harus mahal. Dengan memilih produk yang tepat, hotel bisa memenuhi standar eco-friendly tanpa membebani budget. Siap mulai implementasi program Green Hotel dengan produk ramah lingkungan yang terjangkau? Yuk, ngobrol sama kami dan cari tahu solusinya
